17 Feb

Tony Pratono

Bagi para pecinta sofbol, tentu tidak asing lagi dengan nama “ Tony Pratono “. Menurut Fritz E. Simandjuntak (Sosiolog dan Wasit International Softball Federation)  mengatakani bahwa “ dunia sofbol Indonesia memiliki atlet – atlet yang pernah mengukir prestasi pribadi dan memberikan prestasi yang baik bagi Indonesia. Sebut saja Julius Tetelepta, Adhitomo, Danang Sukandar, Rully, Juskar Kasim, Donny Kusuma, Boy Hairusa, Jo Rumeser dan banyak lagi atlet lainnya, tetapi “ Tony Pratono “ adalah satu – satunya atlet sofbol dengan multitalenta, dia bisa bermain di base 3, catcher, pitcher dan out field dengan sama baiknya “ . Bukan saja dalam posisi sebagai fielder, Tony ternyata sangat luar biasa dalam memukul. Kemapuan yang sangat baik dalam menjaga dan menyerang menbuat Tony sering merebut hampir semua gelar dalam pertandingan sofbol. Beberapa gelar seperti Most Valueber Player, Best Slugger, Best Hitter, Best RBI, Best Home Run, sering diraih oleh Tony pada setiap kejuaran.

 

Sampai saat ini memang dunia sofbol Di Asia Tenggara selalu di dominasi oleh Filiphina, dan sepanjang penyelenggaran Multievent Sea Games Philiphina selalu merebut medali emas. Hanya satu negara yang berhasil merebut emas dari Philiphina selama sea games ada, yaitu “ Indonesia “. Indonesia berhasil memperoleh Medali Emas Sea games pada tahun 1997, dan sampai saat ini sofbol Indonesia selalu disegani di Asia, apalagi setelah berhasil merebut peringkat 3 Asia dan berhak mengikuti Kejuaran Dunia Sofbol pada tahun 2009 yang merupakan impian setiap negara untuk tampil disini. Pada Kejuaran Dunia Sofbol ini Asia diwakali oleh Jepang, Philiphina dan Indonesia, Di bagian Putri sofbol Indonesia juga tidak kalah dengan tim putra bertengger di posisi ke-5 Asia merupakan prestasi yang baik. Namun sayang tim sofbol gagal dikirim ke Asian Games 2010 karena berbagai alasan dari pihak Pemerintah yang sangat disayangkan, Itulah beberapa prestasi Tim Sofbol Indonesia, sekarang kita kembali lagi ke “ Tony Pratono “.

 

Kisah Yang Dituturkan Tony Pratono Pada Sea Games 1997

Sabtu, 18 Oktober 1997 adalah partai final Indonesia vs Philiphina baik di bagian Putri maupun Putri. Ketika sedang melihat Tim Putri bertanding, tiba – tiba pelatih melarang kami melihat pertandingan tersebut. Pelatih saat itu “ Pak Dahlan “ mengingatkan kami untuk melakukan pemanasan dan berkonsentrasi penuh terhadap pertandingan. Partai Final pun dimulai, raut wajah terpancar rasa optimis dari semua pemain, penonton juga sangat ramai, termasuk puluhan bule di tribun. Kedua tim yang akan bertanding sudah menempati dug out masing – masing. Indonesia di sebelah kanan, sedangkan philiphina di bagian kiri tribun. Tak lama kemudian, muncul teriakan dari umpire dari Singapura, “ Play Ball “ dan pertandingan final sofbol SEA Games 1997 segera di mulai. Sampai dengan inning kedua skor masih 0-0, baru apada inning ketiga Indonesia mendapat point tiga.pada inning keempat point tidak berubah, dan pada inning kelima saya bertukar posisi menjadi catcher, dan Pitcher utama pada inning kelima diserahkan kepada Donny Kusuma. Strategi ini berhasil karena philiphina mulai kesulitan untuk menyerang, mereka harus mulai beradaptasi dari awal untuk bisa menerka – nerka arah bola dari Pitcher, karena pada saat itu di inning satu samapai empat Pitcher adalah saya sementara pada inning kelima Donny Kusuma yang menjadi Pitcher. Pada saat inning ke tujuh Indonesia gagal memperoleh point, dan suasana menegangkan terjadi pada inning ke-7B dengan posisi pemain Philiphina menyerang. Dalam keadaan 2 mati, pemukul ketiga lawan memukul bola short stop.  Jantung saya langsung berdegup keras sekali, dan saya berharap agar kejadian di lapangan berjalan lancer dan tanpa error “. Ternyata pada saat itu Dondi, dengan sigap menangkap bola itu dan langsung melemparnya dengan tenang kea rah first base……….. dan terdengar suara lantang umpire, “ OUT “. Dan saat itu seluruh Tim Indonesia langsung loncat kegirangan termasuk saya. Tanpa sadar, air mata menetes di pipi tanpa tertahan. Smabil bersorak dan seperti pemain lainnya, saya berlari seperti anak – anak kecil di tengah lapangan serta berpelukan dengan teman – teman Tim untuk merayakan kemenangan. Saya berteriak sekeras – kerasnya, “ Akhirnya kita jadi Juara !!!!”

 

Kami pun melantukan yel – yel, INDONESIA, INDONESIA,INDONESIA !!!!!1 Saya juga melihat pelatih John Lowes langsung berlari menuju kea rah saya dan bilang “ you are doing pretty good job, ton. I’m proud of you and thank you.” Saya semduri hanya bisa menjawab “ This is also because of you are coach of this team. Thak’s for everything too, coach. “. Pak Dahlan juga ikut memeluk dan mengangkat saya dari belakang. Tak ketinggalan pelatih fisik. Pak Wawan. Kedua pelatih nasional tersebut tidak berhenti – hentinya memeluk seluruh anggota tim. Penonton di tribun yang sudah berisik, tambah meledak ikut merayakan kemenangan sore itu. Mereka menjadi saksi lahirnya sejarah di lapangan Cemara 3. Puluhan bendera merah putih beragam ukuran dikibar kibarkan penonton. Senyum kemenangan. Yang jelas, setelah berjabattangan dengan pemain Philiphina, kami semua berkumpul berangngkulan di depan dug out. Di temapt yang selama lima hari jadi saksi akan tekad dan perjuanganseluruh ti, kami berdoa serta memanjatkan syukur kepada Tuhan Maha Esa. Dan sekali lagi, diakhiri Doa kami berteriak bersama, INDONESIA INDONESIA INDONESIA !!!!!!!!!!!!!! Inilah tim sofbol yang sanggup meraih medali emas selain Philiphina, inilah Tim Indonesia pertama yang meraih medali emas SEA Games. Terus terang saja, kegembiran itu sungguh lama ditunggu sehingga kebanggaan yang muncul pun sulit untuk diungkapkan dengan kata – kata. Tak heran , tangis kebahagian seakan mau meledak di dada kami semua ke podium untuk meneri medali emas. Dan, puncaknya ketika pengibaran Bendera merah putih. Banyak dari kami, termasuk saya yang menyanyikan Indonesia Raya dengan terisak.Kami menangis bukan karena hanya bahagia atau senang. Air mata kami tercurah karena teringat bagaimana kerja dan latihan selama delapan bulan penuh terbayar dengan satu kemenangan indah. Jiak saya mengingat masa itu terus terang, bulu kuduk saya selalu berdiri. Itu benar – benar momen special buat saya .

 

 

Keberhasilan Tim Sofbol Indonesia tidak lepas dari strategi pelatih Indonesia pada saat itu Mr John dan Pak Dahlan yang menunjuk Tony Pratono sebagai Pitcher Pertama tim Indonesia. Padahal Tim Indonesia memiliki pitcher utama yaitu Donny Kusuma yang memiliki kecepatan 117 km/jam. Dan awalnya Tony Pratono sempat ragu ketika dipercaya menjadi pitcher pertama sebab sebelumnya ia hanya bermain sebagai catcher. Namun keraguan itu menjadi kekuatan ketika kedua pelatih tersebut mengatakan bahwa pemain Philiphina sudah terbiasa dengan kecepatan dan lemparan bola ala Donny Kusuma. Dan ternyata benar Tony Pratono membuat 9 kali Strike Out.  Siapa Sebenarnya Tony Pratono ??

 

Tony Pratono dilahirkan di kawasan Karet Kuningan, Jakarta Pusat pada 9 November 1968. Ia memulai membela Tim Nasional Indonesia ketika berumur 19 Tahun di Sea Games Jakarta 1987.  Ia Alumni SMP 20 dan SMA 87 Jakarta dan mendapat gelar Sarjana Ekonomi Perbanas Ia sempat ikut dalam seleksi Tim Nasional Tahun 1986 namun gagal apalgi pada tahun itu ia terkena cedera yang parah. Namun dengan kegagalan itu ia justru giat berlatih. Setiap pagi ia berlatih dirumah dan setiap sore ia berlatih di Cemara 3 atau Pintu 2 Senayan. Setiap Bangun pagi ia selalu melakukan push-up sit up dan back-up masing – masing 100 kali. Dan kerja kerasnya ini terbayar ketika ia lolos seleksi Tim Nasional Pada Tahun 1987. Di usia 19 tahun banyak yang meragukan ia ketika ia terpilih menjadi Tim Nasional Senior, banyak yang mengatakan “ Tony anak ingusan” namun justru itu yang membuat diA ingin membuktikan dirinya pantas untuk menjadi Tim Nasional Sofbol. Pada Seagames 1987 Indonesia hanya mendapatkan medali perak setelah dikalahkan Philiphina, namun pada saat itu penampilan Tony Pratono mendapat banyak pujian termasuk dari Posadas, Pitcher utama Philiphia Posados megatakan kepada wartawan Tabloid Bola “ Tapi saya lihat ada juga pemain di tim Anda yang punya masa depan baik, dan ia menunjuk salah satu pemain junior yaitu Tony Pratono “ Terbukti pada tahun 1988 ia menjadi pemain pertama Indonesia yang terpilih sebagai the best hitter di Asia Tenggara. Dan semenjak itu yang sering mendapatkan gelar dalam setiap kejuaran, ia juga pernah melakukan 8 kali home run dalam 7 pertandingan, dan itu merupakan sejarah bagi sofbol Indonesia, karena hingga saat ini belum ada pemain yang berhasil meyamai beliau. Prestasi lainnya adalah ketika  Tony Pratono berhasil menembus liga sofbol Selendia Baru, ini semakin membuktikan bahwa ia memang pesofbol Indonesia yang istimewa. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, pemain Indonesia yang tidak dikenal di dunia dapat masuk menjadi pemain inti di liga sofbol professional Selendia Baru, yang merupakan sarangnya pemain dunia. Karena Banyaknya prestasi ini lah Gramedia Membuatkan Buku Kisah Hidup Tony Pratono yang diluncurkan tahun 2009 denga judul “ Home Run “

 

Tony Pratono menikah pada tahun 2000, dan perempuan yang dinikahi adalah Vintiarini Laksmi, ia memiliki dua orang anak yaitu Savana Orcaputri Pratono dan Febrina Kinanta Pratono. Tony memutuskan pensiun dari dunia sofbol pada tahun 2008 setelah PON Kaltim dan mengantarkan DKI Jakarta merebut medali emas. Tony mengungkapkan  “ Selama 27 tahun sejak tahun 1981 hingga PON 2008, ada benang merah yang terus saya pegang dalam menjalani hidup, kerja keras, disiplin, ma uterus belajar dan dukungan keluaraga menjadi kunci sukses yang saya pikir bisa dijadikan benchmark bagi para olahragawan muda, termasuk atlet – atlet muda sofbol 

 

Beberapa Prestasi Tony Pratono

 

 

 

1986 All star team ( 3rd baseman ) Kejurnas Junior Jakarta

1987 Best Hitter & Slugger Seleknas Surabaya

1987 Best Hitter & Slugger Seleknas Jakarta

1987 Perak Sea Games Jakarta

1987 All star team ( Catcher ) Kejurnas Junior Jakarta

1988 Best Slugger & HomeRun Kejurnas Jakarta

1988 Best Hitter ASEAN Softball Philipina

1989 Best Slugger UGM Cup seINA Yogjakarta

1989 Best Slugger & RBI Invitasi softball seINA Semarang

1989 Best Slugger & RBI Pancasila Cup Jakarta

1989 Best Slugger Pramboors Cup I Jakarta

1989 Perak PON 12 Jakarta

1990 Best Slugger & RBI Antar club se INA Bandung

1990 Emas Asean University Bandung

1990 Best Slugger,RBI & HomeRun UGM Cup Yogja

1990 Best Slugger,RBI & HomeRun UGM Cup Yogjakarta

1991 Best Slugger Rimbawan I Jakarta

1991 Best Slugger New Year Marathon Jakarta

1991 Best Slugger,Hitter,RBI,HR Invitasi 4 besar Bandung

1991 Perak Sea Games Philipina

1992 Best Slugger,RBI&Homerun Rimbawan II Jakarta

1992 Best Hitter Hawks Cup Surabaya

1992 Best Slugger & Homerun Trisakti Cup Jakarta

1993 Best Home Run TAWA softball New Zealand

1993 Best Performance TAWA softball New Zealand

1993 All Star Team ( Short stop ) SEA Tournament Jakarta

1993 MVP Caltex Cup Rumbai

1993 Emas PON 13 Jakarta

1993 Best Slugger & Hitter Maluku cup Jakarta

1993 All Star Team ( Short Stop ) Singapore Slowpitch Singapore

1994 Home Run King Sea Tournament Jakarta

1994 All Star Team ( Short Stop ) SEA Tournament Jakarta

1993 All Star Team ( Short Stop ) Singapore Slowpitch Singapore

1996 Best Slugger Pra PON Jakarta

1996 Emas PON 14 Jakarta

1996 All Star Team ( Short Stop ) SEA Tournament Jakarta

1997 All Star Team ( Short Stop ) SEA Tournament Jakarta

1997 Medali Emas Sea Games Jakarta

 

1997 Medali Emas Arafuru Games (vs Australia 6-0)

1998 All star team ( Short Stop ) Singapore Cup Singapore

1999 Best Slugger , RBI & Pitcher Prambors Cup Jakarta

2000 MVP , Most HR Sea Tournament Jakarta

2000 All Star Team ( Short Stop ) Bangkok Slowpitch Thailand

2000 All Star Team ( Short Stop ) SEA Tournament Jakarta

2000 Emas PON 15 Surabaya

2001 All star team ( Short Stop ) Bangkok Slowpitch Thailand

2002 All Star Team ( Short Stop ) SEA Tournament Jakarta

2004 Emas PON 16 Palembang

2004 All Star Team ( Short Stop ) Bangkok Slowpitch Thailand

2004 MVP Liga Indonesia I Jakarta

2005 All Star Team ( Short Stop ) SEA Tournament Jakarta

2006 Best Pitcher Kompetisi antar club Jakarta

2006 Best Slugger Liga Indonesia II Bandung

2007 All Star Team ( Short Stop ) SEA Tournament Jakarta

2008 Medali Emas PON 17 Kaltim

 

Presatasi dan Achievement lainnya tentu saja akan panjang kalau kita sebutkan satu persatu, Yang Pasti Tony telah menjadi atlet sofbol terbesar di Indonesia. Sulit kita menemukan atlet seperti Tony di masa mendatang.

Related Image Gallery

COMMENT

LEAVE A COMMENT

LOGIN FOR REPLY